Timnas Indonesia U-22 Seharusnya Dapat Menang Dari Timnas Malaysia

15

LiputanBolaOnline.com – Timnas Indonesia U-22 nyaris saja menang dalam melawan Timnas Malaysia U-22 pada Piala AFF 2019, Tim garuda muda sempat unggul terlebih dahulu atas Tim Malaysia, tetapi Skuat Indonesia U-22 tidak dapat mempertahankan keunggulan yang telah mereka dapatkan, dan laga berakhir Imbang 2-2.

Ferryl Raymond Hattu, selaku pengamat sepak Bola, jawa timur mengamati setiap jalannya pertandingan dan memiliki alanisa atas permainan Timnas Indonesia U-22 dalam laga Piala AFF 2019 di Olympic Stadium.

Menurutnya, Harusnya Timnas Indonesia U-22 dapat memenangi pertandingan melawan malaysia, karena peluang yang tercipta amat banak di bandingkan dengan Timnas Malaysia U-22

“Pada Babak pertama, Finnishing kita sangat lemah. Mungkin karena faktor apa, saya juga tidak tahu, seharusnya beberapa peluang bersih yang dimiliki Indonesia dapat di konversi menjadi sebuah gol, justru malah terbuang sia – sia,” kata Ferryl.

Dari segi permainan, Osvaldo Haay Cs bermain lebih baik ketimbang Malaysia. Berbagai Pola serangan yang telah di rancang Timans U-22 sangat bagus, tetapi lemah pada lini belakang.

Dan Pada babak ke dua, Timnas Indonesia di mata Ferryl sudah membaik, lebih kuat dan tajam terjangan untuk mendobrak pertahanan lawan.

Pertahanan Timnas Indonesia U-22 Melemah Saat Melawan Malaysia

Timnas Indonesia U-22 memiliki keunggulan dalam mengkombinasikan bola pendek yang dikombinasikan menjadi bola panjang dengan cepat, tusukan bola dengan satu dua sentuhan, dan bahkan bermain individunya juga bagus.

“Ini merupakan keunggulan – keunggulan Timnas Indonesia U-22, akan tetapi pada saat sudah Unggul, malah tidak bisa mainkan tempo, sering terburu-buru dan bahkan kurang berani menguasai bola, sehingga gampang dengan mudah di curi,” katanya.

Pertahanan Timnas Indonesia semakin melemah pada saat menjelang akhir laga, terutama pada antisipasi bola mati.

Dari segi postur tubuh, Pemain Indonesia kalah jangkung dengan pemain – pemain malaysia, akan tetapi seharusnya dapat mereka tutupi dengan memberi berbagai gangguan dan disiplin dalam menjaga setiap pemain lawan.

“Dua gol yang telah tercipta dari set Piece sudah menunjukkan kepada kita, kalau telah memberikan lawan dengan leluasa mengarahkan bola menggunakan kepalanya. Kelemahan ini harus bisa di perbaiki sebelum nanti melawan kamboja,” ujar Ferryl menutup pembicaraan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.